TIPS MENGHILANGKAN AMARAH DALAM HATI
Amarah merupakan hal
manusiawi yang terjadi dalam hidup. Begitu pula dengan diriku. Aku ingin
berbagi sebuah tips untuk mengurangi, mengatasi, atau bahkan menghilangkan
amarah, utamanya teruntuk orang dengan tempramen yang tinggi. Di pengalaman
pribadiku aku sering menjumpai orang dengan berbagi macam karakter. Hal itulah
yang membuat cara kita menghadapi setiap orang berbeda, ditambah lagi adanya
konflik yang sering membuat kita menjadi orang yang berpikiran, “mengapa dia
nggak kayak aku?”, “Coba aja dia aku, maka aku akan.....”, “kenapa sih dia
nggak gini, nggak gitu...” Maka dari itu, menurut aku pilih kasih itu perlu,
maksutnya pilih kasih dalam menghadapi setiap karakter orang. Berikut ini sebuat
tips yang ingin aku sampaikan untuk menghadapi penyakit hati berupa amarah
dalam hati. Semoga bisa menjadikan hubungan baik, bisa langgeng dengan orang
tua, pacar, pasangan hidup, teman, sahabat, dan semuanya. Mungkin bisa
bermanfaat bagi orang lain, bisa juga tidak. Tentunya silahkan dicoba dahulu,
lalu kita lihat saja. Jika berhasil Alhamdulillah bila tidak masih banyak cara
yang mungkin dapat kamu lakukan selagi Allah masih bersama kita.
CHECK OUT.......
Di mulai dari pengalamanku. Aku adalah orang jarang
marah, tersinggung atau sering dibilangnya cuek ataupun “ndableg” entah itu
adalah sifat baik atau buruk. Tapi aku merasa diutungkan dengan sifatku ini.
Dimana disaat seharusnya orang biasanya marah dan tersinggung aku tidak
merasakannya, sehingga aku seperti orang yang jarang punya masalah hehe. Aku
hanya bisa mengalami hal tersebut dengan orang didekatku seperti orang tua.
Entah kenapa padahal orang tua adalah orang yang paling dekat denganku, dan aku
sadar bahwa tidak seharusnya aku seperti itu. Pernah aku mengalami perasaan
kesal, jengkel yang berlarut-larut dengan orang tuaku. Karena itu aku memulai
menahan rasaku itu dengan cara yang menurutku perlahan-lahan bisa menghilangkan
rasa marahku itu. Dan alhasil menurutku sangat membantu. Aku ingin membagi
kepada orang lain karena sering ku jumpai orang berkelahi, pacaran yang super
romantis kayak dilan tapi marahnya separah-parahnya, dikecewain sahabat karena
ditikung pacarnya, suami istri cerai rebutan anak, dan bla bla bla....
“Kenapa dia nggak bisa ngertiin perasaanku?”
“Apa kurangnya aku? Aku udah baik banget sama kamu.”
“Kenapa kamu bisa-bisanya gitu.”
“Kamu harusnya.....”
“Ya Allah cobaan apa ini.”
Tentunya itu yang dipikirkan dan dibicarakan saat marah,
kzl, bad mood, kecewa, sakit hati,
dll apalagi kepada orang yang dekat kita pasti rasanya memang sakit. Tapi
menurutku itu terjadi bukan karena ORANG LAIN tapi karena kita SENDIRI. Kita
sendiri yang menjadikan itu sebagai masalah. Gimana cara kita MENGHADAPINYA,
gimana cara kita MENGATASI, artinya jangan hanya menilai dari satu sudut
pandang.
Langkah
pertama adalah hadapi masalahmu dengan diri kamu sendiri dulu. Saran dari aku,
jangan lontarkan kemarahanmu pada orang itu atau orang lainnya, nanti kamu akan
menyesal, jangan ucapkan kata-kata saat marah, karena kamu akan menyesal,
jangan umbar di sosial media, nantinya kamu akan menyesal, jangan curhatkan
dengan orang lain baik itu sahabat dekatmu sekalipun, karena kamu akan menyesal, karena “Tidak semua
orang akan tertawa mendengar kabar baikmu dan tidak akan menangis mendengar
kepedihanmu.” Luapkan dengan dirimu sendiri atau kepada Tuhanmu itu lebih baik.
Dalam hal ini diam itu perlu. “Sometimes, The best choise is silent.”
Pikirkan secara mendalam dalam hatimu. KESAMPINGKAN kesalahan
dari orang itu. Keluarkan malaikat baik dalam dirimu untuk melawan kemarahanmu.
Seperti contoh tanamkan dalam hatimu bahwa setiap orang tidak ada yang
sempurna. Seperti yang aku bahas tadi, semua punya karakter berbeda, ada baik
dan buruk, ada juga yang banyak buruknya. Tapi seperti apa yang aku ceritakan
tadi, bahwa tidak ada yang sempurna, setiap manusia pasti pernah mengalami
khilaf. Pikirkan dalam batinmu yang melawan amarahmu dengan hal-hal baik dari
orang itu. Seperti: Apa yang telah dia korbankan untukmu? Hal baik apa yang
pernah ia lakukan kepadamu? Apa yang telah ia lakukan kepadamu disaat orang
lain hanya diam saja? Jasa apa yang telah ia lakukan? Bukankah semua orang
pasti punya kekurangan? Apa kamu hanya mau menerima kelebihannya saja? Memangnya
kamu siapa meminta dia untuk menjadi sempurna untukmu?
Setelah itu akan muncul pertanyaan baru, “Apa masih
pantas kamu marah, kecewa dan kesal akan sebuah kekurangannya sedang dia punya
sejuta kebaikan bagimu?”. “Apakah hubungan yang telah kamu jalin selama ini
akan kamu akhiri dengan satu kesalahnya?”,“Siapakah kamu sampai tidak mau
memaafkannya, disaat Tuhanmu menerima kesalahan tiap umatnya?.” Camkan
baik-baik, renungkan dalam hati, jika amarahmu masih melawan bahwa orang itu
telah melakukan kesalahan besar dan ia tidak punya sisi baik yang ada hanyalah buruk, buruk, dan buruk, seakan-akan
bahwa orang itu adalah orang yang paling jahat dan paling buruk. Maka butalah
hatimu. ADA, PASTI ADA kebaikan di setiap orang, jika kamu bilang tidak, apakah
dirimu sudah sempurna?
Ikhlaskan hatimu, maka masalah sebesar apapun itu akan
melapangkan hatimu dan tidak akan memutuskan hubunganmu. Jika orang bilang “Pilih-pilihlah
dalam berteman.” Munurutku tidak.
Tidak ada orang baik orang jahat, yang ada hanyalah semua orang yang tidak
sempurna dan hal itu ditutup dengan bagaimana cara kita menghadapi orang itu.
Langkah yang perlu kita lakukan adalah: Jangan terlalu
bersedih, namun jangan lupakan hal itu. Artinya ini pengalaman untuk belajar,
belajar menghadapi orang. Seperti yang aku katakan pilih kasih dalam menghadapi
orang ya ini. Belajar dari masalah. Bila kamu menjumpai orang pemarah, jangan
menjadi marah tapi hati-hatilah dalam berbicara, bila orang yang sombong, jangan
menjadi sinis tapi pikirkan hal positif bahwa yang di sombongkan memang benar
ada, bila orang yang penakut, jangan membulinya tapi lindungilah ia, bila orang
yang kekanak-kanakan jangan memusuhinya tapi hadapilah dengan hal dewasa,
Sungguh itu akan membuat hatimu lebih tenang. Jangan menyalahkan orang-orang
karena keburukannya, tapi salahkan bila kamu tidak bisa menghadapinya. Apa kamu
akan menutup rapat orang-orang itu, lakukan bila kamu merasa bisa hidup
sendiri.
Sebagai catatan bahwa aku menulis tips ini bukan berarti
aku adalah orang yang selalu benar, yang melakukan hal dengan baik sesuai
dengan tulisan yang aku buat. Aku pun juga bukan layaknya Mario Teguh yang
bijaksana menyampaikan kata-kata. Aku hanya berbagi pengalaman yang mungkin
bisa membantu orang lain. Aku masih belajar untuk menjadi pribadi yang lebih
baik.
Sekian ocehan kecil yang bisa aku tulis. Bila baik
lakukanlah, bila buruk tinggalkanlah. Semoga bisa bermanfaat. Cerita ini akan
berlanjut di kemudian dalam kabar baik ataupun buruk yang terjadi. Doakan yang
terbaik Aamiin. Selamat Senja........ ^.^

Komentar
Posting Komentar