Daun di Bola Mata

 

Selamat Pagiiiii,

Lama nih ngga nulis jadi kangen

Ya, daripada cuman tidur-tidur aja ya kan hehe...

Pagi ini aku tersadarkan akan suatu hal, bahwa hidup tak semulus yang kita bayangkan, tak semanis yang kita rasakan, dan tak seindah yang kita lihat.

Pernah ngga sih kalian merasa udah melakukan yang terbaik versimu yang menurutmu benar kepada orang lain, tapi malah menjadi buruk dan dipandang sebelah mata oleh orang tersebut??

Klo iya, trus apa yang kalian lakuin? Nyerah? Putus asa? Atau terus berjuang dalam anggan-angan yang tak berujung hasil?

Jadi ini pengalaman temen, ceritanya gini (singkat aja ya takutnya dia baca xixiii) :

Dia jadi panitia suatu acara dan dia melakukan segalanya untuk hasil yang terbaik. Katanya dia sampai mengorbankan banyak hal untuk menyelesaikan ini, ya pastinya banyak kewajiban lain yang harus ia lakukan. Temanku ini adalah orang yang sangat berprinsip, apalagi dalam hal agama. Dia  selalu mengutamakan agama diatas kepentingan yang lain. Namun apa yang dia lakukan ini dianggap merugikan orang lain oleh seseorang guys :(((( dengan alasan maybe hal tersebut kurang bisa diterima untuk dilakukan di lingkungannya. Hingga hal tersebut berujung pada anggapan/label buruk terus diterima temanku ini.

“Bukankah ini egois? Bukankah kita hidup untuk saling bertoleransi? Ini ngga adil”, kataku.

Aku ngga bisa ngebayangin bila hal tersebut terjadi denganku, terus apa yang harus aku lakukan. Dan sedihnya aku ngga bisa ngelakuin apa-apa. Hingga aku termenung berfikir apa sebenarnya rencana Allah, apa benar ini yang terbaik? Mengapa Engkau tidak menunjukan keadilan di bumi ini?

Ternyata memang aku harus menyakini bahwa apa yang kita dapatkan atau yang terjadi saat ini adalah memang yang terbaik untukku, begitu juga yang dialami temanku, inilah yang terbaik untuknya. Memang kita belum merasakannya, tapi hidup masih panjang guys, kita ngga tau kedepannya bagaimana. Mungkin keindahan dibalik rencana Allah ini dapat kita rasakan kedepannya, atau bahkan di akhirat nanti? So, ambil positifnya aja, biar kita ngga suudzon dengan Allah :)

Lalu, bagaimana dengan orang yang melukai kita? Kita biarkan saja? “Ahhh enak sekali” , pikirku di awal.

Yaa memang bekas luka tidak hilang begitu saja, tapi biarkan saja. Biar Allah yang menunjukkan kebenarannya. Usaha boleh, tapi juga lihat-lihat bila memang usaha kita tidak dihargai ya sudah kita serahkan kepada-Nya.

Kita tidak bisa mengubah cara pandang seseorang kepada kita,

Kita tidak bisa mengubah cara pandang seseorang kepada dunia,

Kita tidak bisa mengubah cara pandang seseorang kepada orang lain,

sesuai dengan cara pandang yang kita harapkan.

Cara pandang mereka biarlah itu hak mereka, kita tidak punya hak untuk melarangnya. Kita sendiri pun juga tidak bisa mengikuti cara pandang seseorang. Kamu tak akan bisa mengubah cara seseorang menilai, tak akan bisa mengatur perkataan yang ia keluarkan,dan tak akan bisa mengubah satu dunia ini dengan cepat dan benar.

Kita mungkin tak akan bisa mengubah seseorang, tetapi kita bisa mengubah diri kita sendiri. Biarlah orang berkata sesukanya bahkan yang kau tidak suka, tapi kau bisa menutup telingamu untuk tak mendengarkannya. Biarkan orang melakukan apa saja yang bahkan kau tidak suka, tapi kau bisa menutup matamu untuk tak melihatnya.

Percayalah...

Semua orang itu baik, tapi menurut versi mereka.

Begitu juga dengan dirimu, jika versi baikmu tak dianggap baik orang lain. Tetap lakukan yang terbaik versimu. 

“Daun-daun tidak akan bisa menutupi bumi ini. Bahkan menutup telapak tanganmu saja susah. Tapi jika kamu menutup daun di bola matamu, bumi menjadi tak terlihat.”

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IT'S SHIT

Relationships

About Living Under Someone Else's Eyes