My First Love
Welcome my script ..
Hayy everybody,
Ah lama banget ngga nulis, entah sibuk ataukah males butuh ngumpulin niat yang begitu besar buat mulai lagi nih. Disamping lagi gabutz bingung mau ngapain ngga ada kerjaan cuman bantal guling kasur yang menjadi saksi 24 jam hidupku ahaha. Alhamdulillah udah lepas dari dunia perskipshit an hehe tinggal nunggu wisuda:)
Cerita tentang apa yaaa???
Okay, hal ini berawal dari ngeliat salah satu podcast korea dari bae suzy yang cantiknya luar biasa, dia menceritakan tentang ayahnya. Bikin nangisss banget, sejenak pikiranku jadi overthinking kan karena pada dasarnya aku orangnya cuek dan jarang mengungkapkan perasaan kepada orang bahkan sedekat apapun itu. Entah gengsi atau apayaa tapi kaya dah naluri, ya gt lahh tapi walau mulut aku ngga mampu ngungkapin sebenarnya batinku memberontak gt loo ngerti ngga siih? Serius ini menyiksa batin, aku menyadari hal itu dan aku sebenernya juga pengen jadi seseorang yang "frontal" dalam menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi.
Karena apa?
Aku takut penyesalan akan terjadi. Aku ngebayangin, klo aku udah gaada gimana ya? atau orang terdekatku ninggalin aku gimana? ya umur kan gaada yang tau terlebih covid gini yang tiap harinya berita orang meninggal adaa aja, sirine ambulance dimana mana. Disaat itu terjadi, sedang aku belum sempat membalas budi baiknya, memberikan kebahagiaan, dan bahkan belum sempat menyampaikan betapa sayangnya aku, itulah penyesalan yang sangat amat menyakitkan.
My first love is my family,
Bapak,
Bapak adalah orang yang selalu mengkhawatirkanku. Aku selalu baik-baik aja, jadi bapak ngga perlu khawatir lagi. Aku harap bapak selalu mendukungku dan disaat aku jauh, nanti bapak selalu sehat. Aku jarang mengungkapkan ini, tapi bapak tau kan klo aku begitu menyayangimu?
Ibu,
Ibu panutanku, sosok yang menginspirasi hidupku. Ibu wanita kuat, tegas, mandiri, dan selalu menyayangiku. Mungkin disaat seluruh dunia membenciku, dia yang selalu berdiri tegak melindungiku. Aku percaya bahwa kebahagiaan dan kelancaran hidupku berkat doa-doa ibuku. Dia yang selalu berdoa pagi siang malam buatku. Ibu bertahan ya bu, doakan aku sukses dan izinkan aku punya waktu lebih untuk membahagiankanmu.
The one and only my Brother,
Laki-laki penting kedua dalam hidupku yang selalu mendukung setiap perjalanan langkahku. Aku pun begitu, tetap semangat aku selalu mendoakan dan mendukungmu. Selalu lakukan hal baik, Mari kita selalu akur dan bersatu buat membahagiakan orang tua kita. Setuju kan??
Bismillah segera menyusul generasi-generasi baru untuk melengkapi keluarga ini hehe..
Nikmat terbesar dalam hidup dilahirkan dalam keluarga yang utuh, hangat, dan selalu menjadi tujuan pulang disaat kehidupan luar yang penuh kepenatan.
I always love them, my first love, my family💝
Bapak Suroto,
Ibu Sri Sulastini,
Mas Aditya Beny Hermawan.
Komentar
Posting Komentar